Bauran lokasi dan saluran distribusi
1.
Konsep lokasi dalam bauran pemasaran
Bauran pemasaran adalah unsur elemen internal penting
yang membentuk program pemasaran sebuah organisasi. Bauran pemasaran merupakan merupakan
salah satu konsep universal yang telah dikembangkan dalam pemasaran.
Konsep
lokasi dalam bauran pemasaran yaitu bagaimana perusahaan menyalurkan atau
mendistribusikan barang/jasa yang diproduksinya. Konsep lokasi ini juga
memnetukan dengan siapa suatu perusahaan bekerja sama dalam mendistribusikan
barang atau jasa yang diproduksi. Konsep lokasi juga mempunyai peranan besar
dalam meningkatkan volume penjualan,dimulai dari efisiensi biaya yang
dikeluarkan perusahaan hingga target perusahaan dalam meraih konsumen potensial
untuk meningkatkan penjualan.
2.
Kriteria daerah kinerja yang positif untuk pemasaran
3.
Persyaratan legislasi wilayah terkait K3 dalam kegiatan
pemasaran
4.
Konsep dan kegunaan saluran distribusi
Menurut
Philip kotler (2002:559) dalam bukunya manajemen pemasaran,edisi mellenium :
a.
Mengumpulkan informasi mengenai pelanggan,pesaing,serta
pelaku dan kekuatan lain yang ada saat ini maupun potensial dalam lingkungan
pemasaran.
b.
Mengembangkan dan menyebarkan komunikasi persuasive untuk
merangsang pembelian.
c.
Mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan syarat
lainnya.
d.
Memperoleh dana yang lebih besar.
e.
Menanggung resiko yang berhubungan dengan pelaksanaan
fungsi saluran pemasaran
f.
Mengatasi transfer kepemilikan actual dari suatu
organisai atau orang yang lain.
5.
Tipe-tipe distribusi
a.
Saluran komplementer : jika masing-masing saluran menjual
produk yang saling berhubungan yang bertujuan untuk mencapai segmen pasar yang
tidak dapat dicapai oleh saluran distribusi perusahaan yang ada sekarang.
b.
Saluran kompetitif : apabila produk yang sama dijual
melalui dua saluran yang berbeda tetapi antara yang satu dengan yang lain
terjadi persaingan yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan.
Contoh sederhana tipe-tipe
distribusi :
1.
Produsen – konsumen : warung makan
2.
Produsen – retail – konsumen : percetakan buku ke toko
petani tanaman hias – kios bunga – konsumen.
3.
Produsen – whole seller – retailer – konsumen.
4.
Produsen – agen – retailer – konsumen : perusahaan
majalah/koran – agen koran – loper koran – konsumen.
5.
Produsen – agen – whole seller – retailer – konsumen :
petani mangga – pedagang pengepul – pedagang besar – pengecer – konsumen.
6.
Evaluasi dan upaya pengendalian saluran distribusi
Kriteria
yang digunakan dalam evaluasi pengendalian saluran :
1.
Biaya distribusi informasi yang dibutuhkan
2.
Cakupan pasar
3.
Layanan pelanggan
4.
Komunikasi dengan pasar dan pengendalian jaringan saluran
5.
Dukungan saluran dalam peluncuran produk baru dan kerja
sama dalam promosi produk
Ada beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengendalikan saluran
pemasaran :
1.
Vertikal Marketing System (VMS)
a.
Corporate VMS
b.
Administrated VMS
c.
Contractual VMS
2.
Horisontal Marketing System
7.
Manajemen konflik dalam saluran distribusi
Konflik
bisa dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu :
1.
Konflik Horizontal
Konflik yang terjadi diantara
perantara yang sejenis.
2.
Konflik Vertikal
Konflik yang terjadi antara anggota saluran distribusi.
Manajemen konflik dalam saluran
distribusi :
1.
Bargaining : salah satu anggota berinisiatif sendiri
dalam proses tawar menawar, dimana ia bersedia mengalah dengan harapan pihak
lain juga melakukan hal yang sama.
2.
Boundary : menangani konflik dengan diplomasi dimana dua
belah pihak mengirim wakil-wakilnya untuk berunding memecahkan konflik yang
terjadi.
3.
Interpenetration : dengan interaksi informal yang sering
meibatkan pihak lain untuk membangun apresiasi terhadap pandangan
masing-masing.
4.
Superorganizational : menggunakan pihakketiga yang netral
untuk menangani konflik .
5.
Superordinate goal : para anggota saluran yang terlibat
konflik menetapkan tujuan bersama.
6.
Exchange of person : masing-masing pihak yang berkonflik
sling bertukar personil.
7.
Cooptation : menggunakan pemimpin organisasi lain yang
ditempatkan di dewan penasehat atau dewan direktur untuk didengar pendapatnya
dalam penyelesaian konflik.
Komentar
Posting Komentar